Kamis, 05 Maret 2009

PERJALANAN MELAWAN ARUS


Hidup mengikuti arah angin sungguh enak , nyaman ,tidak menguras pikiran dan sangat menguntungkan.Akan tetapi terkadang kita dihadapkan pada sebuah pilihan.Pilihan antara nurani ................Hidup adalah perjuangan, perjuangan butuh pengorbanan, pengorbanan itu penderitaan...pahit.....Tapi yakinlah jika kebenaran yang diperjuangkan pasti akan mendapatkan kemenangan.Walaupun entah kapan.

Begitupun dengan perjalanan hidupku,terpaksa harus melawan arus :

Semasa aku maka masih duduk dibangku SLTP, persisnya ketika masa ORBA sedang berjaya.Proses kuningisasi sangatlah gencar,apapun jenis peluang baik peluang untuk PNS maupun suastapun harus memenuhi persyaratan kuning'dan bebas dari keterlibatan Exs.Meskipun tidak satupun keluargaku yang terlibat,saya sangat menentang kebijakan itu.Karena menurut pandanganku"orang yang mulia disisi Allah adalah yang bertaqwa"Katakanlah aku anti kuning waktu itu,aku lebih memilih arus lain walaupun dikucilkan, aku terus melawan arus.Sampai akhirnya masa reformasipun tiba,dan tumbanglah ORBA.

Pada umumnya selepas lulus SLTA semua orang menghendaki langsung dapat peluang kerja.Tapi tidak untukku,semenjak duduk di SLTA aku sudah merencanakan untuk facum (tidak kerja) selepas lulus SLTA minimal 2 tahun.Mengapa?Aku ingin menikmati dan mengalami hidup lebih bermasyarakat mengerti tentang segi dan liku peran perjalanan hidup seseorang , aku memilih bergaul dengan teman yang tidak bisa sekolah hingga SLTA.Temanku buruh bangunan,kuli,nelayan ,penggembala, pengojek dll .Praktis akupun melakoni kehidupan seperti yang mereka jalani.Meski begitu aku tetap punya karakter dan prisnsip tersendiri.Yach kira kira 2 tahun lebihlah.Dan Alhamdulillah akhirnya akupun dapat kerja di luar kota, tepatnya di Ibukota Jawa Tengah.Disitulah awal karirku dan hingga kini kulakoni sebagai karyawan kantoran walaupun di perusahaan suasta,tapi kehidupanku Alhamdulillah lebih baik dari temanku yang lain.

Perjalanan hidup mengejar karir tidak lah selalu mulus.Ini kualami saat kerja di Semarang sebagai Accounting dan masih berumur 23 tahun. Tanpa disangka tiba tiba perusahaan memberikan kebijakan yang sangat Irasional.Bayangkan saja, Gaji untuk karyawan yang baru disama ratakan.Artinya baik yang lulus Sarjana,SLTA,SLTP ,SD dan yang tak punya ijazah sama.Ini sungguh kebijakan yang sungguh gila menurutku.Inikah adil.....nurani ku bergejolak...apakah adil berarti sama rata.......tidak...!!.. Sebenarnya banyak rekan sekerjaku yang berontak namun tidak berani ambil sikap yang tegas,pilih diam dan hanya ngedumel.Tapi tentu saja tidak buatkku.Aku mengambil sikap dan harus berurusan dengan wakil kepala pabrik,karena General Managernya kabur entah kemana.
Aku sangat menentang kebijakan itu,hampir 3 bulan aku tidak beraktivitas walaupun tiap hari hadir.Sudah kuperhitungkan akhirnya aku diskors dan dimutasikan ke bagian produksi.Aku terus menentang,hingga akhirnya perusahaan mengalah( kalah ).Aku dipanggil personalia dan kembali ditempatkan di departemen Accounting.Gajikku pun akhirnya dinaikkan 100 % lebih.

Peristiwa lain terus terjadi,saat itu aku bekerja di Subang .Aku berselisih dengan atasan ku sendiri yang seorang Expatriate.Semula aku berusaha untuk menyesuaikan,tapi akhirnya aku jengah juga melihat sikapnya yang selalu mengandalkan ketiggian kastanya sehingga kurang kooperatif dengan sesama atasan.Banyak temanku yang juga sangat tidak suka dengan pimpinanku tersebut.Maunnya selalu dihormati tapi tidak mau menghormati kerja dan status orang lain.Akupun pilih mengundurkan diri.Dalam proses itu terjadailah insiden, absensi dicoret secara sepihak tanpa melalui mekanisme yang ada.Kontan aku melawan , ternyata nyali mereka ciut dan hanya bisa lari minta perlindungan orang lain.Akhirnya akupun dimutasi ( diasingkan ) ke Tangerang disebuah pabrik yang masih satu group.Dipabrik baru itu aku banyak mendapat keuntungan, disamping pengalaman aku dapat banyak teman yang akhirnya membantu proses perjalanan karirku.Waktu demi waktu terus berjalan, sampai akhirnya berselang satu tahun aku kembali ditempatkan diKarawang menggantikan Manager lain yang pindah divisi.


Sekian tahun diKarawang , perusahaan terus mengalami tekanan secara financial sebagai akibat krisis moneter dan kebijakan ekonomi pemerintah yang kurang jelas pasca reformasi.Hingga akhirnya terjadi PHK masal secara besar besaran.Banyak temanku yang di PHK pada gelombang I dan II.Sebenarnya untuk gelombang III aku ditawari untuk bertahan , tapi aku pilih tetap masuk daftar PHK .Aku ingin merasakan bagaimana senasib dengan teman teman karyawan yang lain.Aku lebih memilih jalur karir yang lain, yach aku merasakan bagaimana suka dukanya hidup akibat korban PHK.Tapi nasib berkata lain,kehendak Allah aku akhirnya mendapat tawaran kerja baru diJakarta sebagai Assistan Manager Accounting di sebuah perusahaan Outomotif di Jakarta.Hanya satu tahun aku bekerja diperusahaan ini,karena perusahaan ini mengalami konflik internal antar pemegang saham.Akhirnya semua karyawan diPHK. dan akupun mendapat pesangon lagi.Walaupun begitu aku dikasih kesempatan terus kerja walaupun dengan sistem kontrak.Tapi rupanya perusahaan tempat kerjaku yang dulu mulai bangkit, dan memerlukan seorang Accounting.Akupun dipanggil lagi dan di tempatkan dikantor pusat ( Jakarta ) dengan tawaran gaji baru.Mudah mudahan ini awal kebangkitan yang kedua karirku diperusahaan ini.

Meskipun kini aku disibukkan dengan aktivitas kerja yang tergolong cukup padat, tetap ku se mpatkan untuk kuliah.Mengais disela sela waktu kerja yang sempit, berpacu antara prestasi belajar dan prestasi kerja, mengorbankan perhatian terhadap keluarga itulah perjalan yang harus kujalani sekarang.Bukan tanpa hambatan,hambatan financial bisa kulewati, hambatan waktu kini jadi kendala karena sebuah sistem kebijakan yang inkonsisten di tempat kuliahku.Kami diperlakukan sebagaimana mahasiswa reguler , entah dengan alasan yang tidak bisa kami mengerti.Banyak keluh kesah antara teman sekuliahku,tapi apa daya mereka tidak memiliki keberanian sikap , takut bermasalah sama dosen ataupun alasan alasan lain.Bahkan beberapa teman kuliahku mendapatkan nilai ambruk akhir semester lalu tentu termasuk aku.Kini naluriku kembali terpanggil untuk meluruskan kebijakan yang menurutku sangat merugikan.Ku ambil sikap.............mudah mudahan Allah memberi jalan bagi kami.Kemenangan bagi kami semua.

Hidup adalah sebuah ketentuan, ketentuan taqdir yang tentunya terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita dambakan.Untuk itulah hidup harus dijalani dengan penuh keberanian.Keberanian yang tentu saja harus diperhitungkan, sehingga tidak menimbulkan keraguan.Prinsipku " Yen wedi ojo wani - wani, Yen wani ojo wedi - wedi " artinya " Kalau takut jangan coba coba berani tapi kalau sudah berani jangan takut- takut".
Ingatlah saat Rasulullah menjalani perang Badar,meski kekuatan tidak berimbang dengan keyakinan yang teguh dan semangat juang mantap akhirnya dapat pertolongan ( kemenangan ).

Senin, 23 Februari 2009

SAY THANK YOU FOR OUR LECTURE

Kami ucapkan terima kasih serta apresiatif yang sebesarnya, atasperhatian dan kepeduliannya kepada dosen yang memahami kepentingankami mahasiswa ex sami.Dengan penuh kesadaran mau mengalihkan jamkuliah dari jam 16.00 ke jam 18.30.Semoga sikap ini akan membawaperubahan yang positif di semester VI .Cukuplah pengalaman pahitdisemester V......Sudah selayaknya di FE ( Management ) dengan penuh kesadaranmemberikan pelayanan yang proporsional terhadap mahasiswanya, sesuaimateri kuliah yang selama ini kami terima.Jika tidak, itu sama artinyakita tidak bisa mengaplikasikannya terhadap internal kamisendiri,lantas bagaimana nanti dengan aplikasi di masyarakat.Kami tahudan kami tidak menuntut lebih.Dan semestinya lebih arif dalammenanggapi keluhan Mahasiswa, bukan malah sebaliknya. Karena padaintinya semua ini demi kebaikan dan perubahan yang positif bagi kamisemua dimasa mendatang.Mudahan mudahan semua materi kuliah bisa beralih ke jam 18.30 ( untukkelas sore),karena bukan hanya prestasi kuliah yang kamikejar.Prestasi ,disiplin kerja dan keteladanan juga bagian dari yangharus kami pertahankan.Semoga ini semua bisa dipahami dengan kepaladingin.Dan kami masih terus menunggu agar masalah ini semuanya bisamencair secara legowo

Senin, 16 Februari 2009

SELEBRITIS & SELEBRITIS MANIA


Sungguh suatu keunikan terjadi disini.....................

Sebenarnya saya merasa heran melihat fenomena ini, tapi akhirnya saya pun harus paham dan maklum.Semua ini akibat prosentase nilai absensi yang begitu sangat penting dan sangat menentukan sebagai ukuran kualitas mahasiswa yakni 15 %.Maka tak heran jika mahasiswa lebih memburu absensi ketimbang memperdalam pengetahuan lewat baca buku atau internet.

Ketika seorang Dosen XXX tidak bisa hadir dikelas dengan alasan XXX pula , tanpa disuruh , tanpa dikomando salah seorang dari kita mengkolektif kartu absensi untuk dimintakan tanda tangan pada dosen yang tidak hadir tersebut.Tentunya hal ini atas dasar kekawatiran akibat buruk yang ditimbulkan jika absensi mereka kosong.Mereka tidak khawatir dan tidak merasa dirugikan jika mereka tidak dapat tambahan penjelasan materi kuliah pada hari itu, yang penting absensi penuh.

Dengan senang hati , tanpa merasa bersalah dan dengan rasa tersanjung dosen XXX pun menanda tangani kartu absensi yang tertumpuk dimeja kerjanya laksana selebritis yang dimintai tanda tangan fansnya atawa selebritis mania.Namun jika mahasiswa yang tidak hadir , sang Dosen XXX pun dengan tanpa ampun mencoret absensi si mahasiswa yang dicap malas itu tanpa syarat." Salah manehna, Cenah ".

Jika Si Dosen XXX tidak hadir 2 atau sampai 5 kali misalnya maka kartu absensi penuh oleh tanda tangan (sang selebritis).Wow ... Inikah sebuah proses menuju kualitas ??.Dan faktanya ada 2 atau 3 dosen seperti itu.

Dulu ketika kami duduk di bangku SD ( Sekolah dasar) guruku sudah mengajarkan sistem CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif ).Jadi kemandirian dan kesadaran belajar sudah mulai ditanamkan.Apakah mungkin sistem itu sudah dilupakan banyak orang.Sebuah ketergantungan pada tanda tangan??Aku jadi bertanya dan terus heran ........sedang berdiri dimanakah aku kini..............................

Kamis, 05 Februari 2009

BETWEEN SABAR & SYUKUR

Dua hal pertanyaan yang sulit untuk dijawab," mudah manakah antara hidup bersabar dan hidup penuh rasa syukur ?" Mayoritas memang banyak orang yang menjawab lebih mudah bersyukur dari pada bersabar. Ternyata keduanya sangat sulit untuk dilakukan.

Saat kita menjalani hidup penuh kesederhanaan dan segala keterbatasan ,kita rajin merapatkan tangan untuk berdoa dan menjalani kehidupan dengan keikhlasan dan penuh harapan untuk bisa mendapatkan rahmat yang lebih dari Allah SWT.Keihklasan dalam keimanan inilah yang menjadi power yang luar biasa dalam menghadapi himpitan hidup.Katakanlah kita bisa melaluinya dengan sabar, itu semua berkat pertolongan Allah SWT.

Tatkala kita telah mendapatkan segala sesuatu yanng kita inginkan, tetapkah kita merapatkan tangan dan membasahi bibir kita dengan syukur dan do'a?.Ataukah kita menjadi sibuk dengan segala aktivitas dan mulai merenggangkan kedekatan kita kepada Allah SWT.Hal ini yang biasa terjadi pada diri kita , diuji dengan kesibukkan dunia.Ternyata bersyukur jauh lebih berat dari pada bersabar.Mudah mudahan tidak demikian dengan Saudara.

SWEET MEMORY IN SEMARANG

Maret 1996,.
Sebenarnya bukan pertama kalinya aku menapakkan kaki dijantung ibukota Jawa Tengah,sebab sekitar tahun 1985 ketika aku masih SLTP ikut menghadiri Wisuda S1 pamanku ( Nuridin) yang lulus IKIP Negeri Semarang itulah tahun pertama aku melihat keindahan kota itu.Tepatnya di GOR Semarang yang letaknya di area Simpang Lima yang kini jadi Citra Land Mall.

Akan tetapi tahun 1996 sedemikian berarti bagi saya dan mengandung banyak kenangan yang sulit untuk dilupakan.Setelah aku lulus SLTA tahun 1990 dan kesana kemari mencari kerja tidak kunjung dapat hingga hampir tiga tahun, kini aku mendapatkannya di Semarang.Disebuah pabrik textile tempat pak De ku ( Slamet Bustami ) bekerja itulah karir pertamaku kelalui.PT.Sari Busana Riatex menjadi sandaran dan harapan pertamaku.Seperti mendapatkan sebuah rembulan yang telah lama aku impikan begitu bersyukurnya aku kala itu.Meski dengan gaji UMR yang saat itu Rp. 1.250 perhari aku bisa mengaturnya untuk hidup sehari hari.

Aku ditempatkan dibagian persiapan produksi sebagai montir mesin, meski sebenarnya background pendidikanku akuntansi,tapi aku sangat bersyukur dan ini menambah kompleksitas pengalaman hidupku.Aku pernah kerja harian disawah, kebun tebu, kebun bawang , kuli bangunan,njotang ( cari ikan pake perahu kecil ) bersama nelayan, ngojek sepeda di Tanjung Priuk dan kini sebagai montir mesin.Ini semua menjadi kesan tersendiri dan menambah rasa syukurku.

Hanya 3 bulan aku dibagian mekanik, bagian personalia memanggilku untuk dimutasikan di bagian Finance dan Accounting, Alhamdulillah ...seperti kian jelas datang sinar rembulan.Kujalani pekerjaanku dibagian akuntansi dengan tekun,kucoba pelajari semua transaksi.Aku bertekad untuk mengejar ketertinggalanku.Dalam waktu 2 tahun gajiku naik 2 kali lipat jauh dibanding dengan teman seangkatanku.

Setelah 3 tahun aku diperusahaan ini, bekas Managerku memanggilku untuk pindah kerja didaerah Karawang, tentunya dengan keniakan gaji hampir 3 kali lipat.Aku semakin yakin dengan bidang yang kutekuni dan hingga kini aku tetap sebagai seorang karyawan akunting yang boleh dibilang bergaji cukup di Jakarta.Benar kata orang bijak"apapun jenis pekerjaannya ,asal dijalani secara sungguh sungguh akan membawa succes" Alhamdulillah..........

Selasa, 03 Februari 2009

MY ASPIRE

Aku lahir disebuah desa ditepian kota kecil dekat pesisir utara bagian tengah pulah Jawa , Pemalang nama kotaku.Wah ..susah bahasanya yach.Sebagai seorang bocah kelahiran desa , meski bolak balik Jakarta ya tetap logat dan dialekku masih kentara jelas ndesone.

Meski aku tinggal dikota dibagian Jawa barat, aku tetap bercita cita untuk bisa membangun ataupun sekedar bisa ikut membenahi desa tempatku dilahirkan.Ya apalagi memang manusia yang utama adalah manusia yang hidupnya berguna bagi manusia lain, bukan sebaliknya iya toh.Berbekal pengalan hidup dinegeri orang yang lebih tertata, aku juga terketuk hatinya untuk ikut membangun desaku kelak dikemudian hari nanti. Tentu saja semuanya jika Allah mengabulkan cita citaku.......Wis ya.......................

Kamis, 29 Januari 2009

MY PROFILE


Nama : Ahmad Saparudin :Pemalang , 25 April 1971
Istri : Maliyah : Pemalang, 17 November 1974
Anak I : Nahrul Amalia Latifah :Pemalang, 1999
Anak II : Isna Amalia Hanifah :Purwakarta, 2005
Anak III : Mohammad Fathurrizqi Anugerah Gusti :Purwakarta, 2006

Dari pihak Ayah :
Kakek : Muhtammad
Nenek : Suiyah ( letto + Tumi )
Paman : Roki'in
Bibi : Asiah
Paman : Agus Uripto
Paman : Sya'ban

Dari Pihak Ibu :
Kakek : Karsan ( Kamyad + Darpiah)
Nenek : Hj. Rukhanah ( Mawardi + Thaifah )
Paman : Munthasir
Paman : Nuridin
Paman : Nurjamil

Ayah : Tachril, Pemalang
Ibu : Mardiyah, Pemalang
Adik I : Rifai Yusuf
Adik II : Anwar Hasani ( Alm )
Adik III : Fathul Aziz
Adik IV : Amin Rusmi ( Roisah )
Adik V : Solihah
Adik VI : Nur Azizah
Adik VII : Syaiful Bachri
Adik VIII : Sustri Hazifah
Adik IX : Kaida Manisah
Adik X : Reza Fatuhillah
Adik XI : Nurul Azhari Mutafatihah ( Syairi )

Pendidikan Formal:
SDN Pedurungan 1 , Taman, Pemalang - Jawa Tengah ( 1984
SMPN 1 Taman, Taman, Pemalang-Jawa Tengah ( 1987 )
SMEAN Pemalang, Jawa Tengah  ( 1990)
Universita Singaperbanga Karawang ( S1 -  2012  ) , Karawang - Jawa Barat

Pendidikan Non Formal:
Madrasah Diniyah Assidiqiyah, Beji - Taman ,Pemalang - Jawa Tengah
Pesantren Annur- Wanarejan - Taman -  Pemalang
Ustadz Abu Darda ( Tilawatil Qur'an ) -Wanarejan - Taman - Pemalang
TPQ Nurrusyifa ( Pengajar ), Pedurungan - Taman - Pemalang
Pesantren Al Hasan , Cikampek, Karawang - Jawa Barat

Kursus Akuntansi Dasar Satu dan Dasar Dua ( A1 dan A2 ) Depdikbud - Pemalang
Kursus Akuntansi Tingkat Trampil  ( B1 ) di Semarang

 Karir  Formal : ( Finance & Accounting Departement )
Supervisor             : PT, Saribusana Riatex.Mfg - Semarang - Jawa Tengah
Superintendent      :  PT. Perkasa Heavyndo Enginering , Subang - Jawa Barat
                               PT. Wahana Jaya Perkasa. Tbk , Tangerang - Banten
                               PT. Bridgeport Perkasa Machine Tools, Karawang - Jawa Barat
                               PT. Piranti Mulia Bisnisindo, Karawang - Jawa Barat
Assistan Manager :  PT. Karunia Abadi Citra Indah Lestari, DKI  Jakarta
Manager              :   PT. Texmaco Perkasa Engineering , DKI Jakarta

Spiritual Teacher : K.H. Asad Ruslan Syahroni Yusuf